Allāh Maha Membangkitkan tanpa Kesusahan
Poin Penting
- Allāh ﷻ Dialah yang membangkitkan manusia di Hari Kiamat tanpa kesusahan — mudah bagi Allāh mengembalikan tubuh yang telah hancur menjadi manusia sempurna
- Setelah kematian, jasad manusia akan hancur menjadi tanah, hanya tersisa tulang ekor; ada yang dibakar dan debunya disebar, ada yang dimakan binatang — semua akan dikembalikan Allāh menjadi manusia sempurna
- Ini adalah bukti qudratullah (kekuasaan Allāh) yang luar biasa — menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada, apalagi mengembalikan dari bahan yang sudah ada
- Menciptakan seluruh manusia dan membangkitkan mereka sama mudahnya seperti menciptakan satu jiwa saja — banyaknya jumlah makhluk bukanlah beban bagi Allāh
- Ini adalah bantahan terhadap orang-orang kafir yang mengingkari Hari Kebangkitan — Allāh sering mengingatkan mereka tentang penciptaan pertama
- Fokus utama Imam Ath-Thahawi di sini adalah qudratullah (kekuasaan Allāh untuk membangkitkan), bukan semata-mata pembahasan tentang Hari Kebangkitan — beliau masih dalam konteks rububiyah dan kesempurnaan nama serta sifat Allāh
Dalil
Al-Qur'an
Perkataan Ulama
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله
Beliau rahimahullah mengatakan
بَاعِثٌ بِلَا مَشَقَّةٍ.
Allāh subhanahu wa ta’ala Dialah Yang membangkitkan Manusia Tanpa kesusahan.
kita tahu bahwasanya manusia ketika mereka meninggal dunia maka mereka akan hancur badannya dan tidak tersisa kecuali tulang ekornya sisanya menjadi tanah, maka Allāh subhanahu wa ta’ala kelak di Hari Kiamat akan membangkitkan mereka, akan menjadikan daging yang sudah menjadi tanah tadi akan dikembalikan lagi oleh Allāh subhanahu wa taala menjadi manusia yang sempurna, tanah yang sudah bercampur dan mungkin daging yang sudah bertebaran, ada sebagian manusia yang dibakar dan debunya (disebar misalnya) maka semuanya itu dengan berbagai macamnya, ada yang dimakan oleh binatang sudah menjadi kotoran semuanya itu akan dikembalikan oleh Allāh subhanahu wa ta’ala menjadi manusia yang sempurna.
Ini adalah termasuk Qudratullah/kekuasaan Allāh subhanahu wa ta’ala yang luar biasa, Allah subhanahu Wa ta’ala menjadikan sesuatu yang sudah hancur lebur tadi menjadi kembali menjadi manusia yang sempurna.
۞ وَهُوَ الَّذِي يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ..
[QS Ar Rum 27]
Dan Dialah Allāh ﷻ Yang memulai penciptaan kemudian Dialah yang akan mengembalikan dan yang demikian adalah sesuatu yang sangat mudah bagi Allāh
۞ مَّا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا كَنَفْسٍ وَاحِدَةٍ ۗ..
[QS Lukman 28]
Tidaklah penciptaan kalian dan juga pembangkitan kalian kecuali seperti satu jiwa saja.
Yang diciptakan oleh Allāh banyak dan yang akan dibangkitkan oleh Allāh baik tapi banyaknya makhluk yang akan dibangkitkan oleh Allāh karena semuanya akan dibangkitkan oleh Allah itu adalah sesuatu yang sangat mudah bagi Allāh, itu seperti Allāh membangkitkan satu jiwa
بَاعِثٌ بِلَا مَشَقَّةٍ.
Allāh subhanahu Wa ta’ala membangkitkan tanpa ada di sana kesusahan,
۞ ..وَهُوَ أَهْوَنُ عَلَيْهِ ۚ ..
[QS Ar Rum 29]
Itu adalah sesuatu yang sangat ringan yang sangat mudah bagi Allāh subhanahu wa ta’ala
۞ قَالَ مَن يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ
۞ قُلْ يُحْيِيْهَا الَّذِيْٓ اَنْشَاَهَآ اَوَّلَ مَرَّةٍ ۗ
[QS Yasin 78,79]
Dia berkata siapa yang menghidupkan tulang-tulang ini setelah dia hancur, katakan akan menghidupkan tulang-tulang tersebut yang telah Menciptakan pertama kali.
Siapa yang menciptakan pertama kali?
Allah
Dan mereka mengaku yang demikian, yang menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada Dialah yang mampu untuk mengembalikan seperti semula kalau sesuatu yang tidak ada menjadi ada saja Allāh subhanahu wa ta’ala mudah untuk melakukannya apalagi yang bahannya sudah ada bukan sesuatu yang sulit bagi Allāh subhanahu wa taala untuk membangkitkan manusia semuanya.
Sehingga di dalam Al-Qur’an Allāh subhanahu wa taala sering menyebutkan bantahan kepada orang-orang yang mengingkari Al- Ba’ad/ Hari kebangkitan Allāh ingatkan mereka dengan bagaimana mereka dulu siapa yang menciptakan mereka sehingga yang sebelumnya tidak ada akhirnya mereka menjadi ada.
۞ هَلْ أَتَىٰ عَلَى الْإِنسَانِ حِينٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْئًا مَّذْكُورًا
[QS Al Insan 1]
Tidak ada yang sebelumnya menjadi ada maka yang melakukan itu mampu untuk membangkitkan, ya karena di antara sifat orang-orang kafir mereka mengingkari adanya Hari Kebangkitan
بَاعِثٌ بِلَا مَشَقَّةٍ
Allāh subhanahu wa ta’ala Dialah yang membangkitkan tanpa keberatan.
Dan di sini waAllāh ta’ala alam beliau ingin menekankan tentang masalah rububiyah Allāh.
Allāh Dialah yang mencipta , Allāh subhanahu wa taala Dialah yang memberikan rezeki, Allāh subhanahu wa ta’ala Dialah yang mematikan, Allāh subhanahu wa ta’ala Dialah yang membangkitkan, mematikan kemudian membangkitkan makanya semua termasuk rububiyah Allāh subhanahu wa ta’ala.
Jadi yang beliau ingin tekankan ketika beliau menyebutkan
بَاعِثٌ بِلَا مَشَقَّةٍ.
Adalah Qudratullah untuk membangkitkan manusia, beliau bukan maksud utamanya adalah menyebutkan tentang keimanan terhadap Hari Kebangkitan, memang disitu disebutkan tentang Al Ba’ad,
Yang menjadi tujuan utama beliau wallahuta’ala alam adalah tentang Qodratullah untuk membangkitkan manusia.
Jadi di sini beliau masih berbicara tentang rububiyah Allāh nama dan juga sifat beliau perinci kemudian juga di sini disebutkan tentang kesempurnaan tentang Rububiyah Allāh.
Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Transkrip: Abu Mandala
•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•