ب
Belajar
Halaqah 38 dari 50

Kita Beriman Bahwa Masyiatullāh Terlaksana & Tidak Ada Yang Bisa Melawan Apa Yang Sudah Allāh Putuskan

6 menit baca·Sumber: ilmiyyah.com

Poin Penting

  • Kita beriman bahwa masyī'atullāh pasti terlaksana dan tidak ada yang bisa membantah atau melawan apa yang sudah Allāh putuskan (`آمَنَّا بِذَلِكَ كُلِّهِ`) — keimanan ini berdasarkan dalil-dalil yang telah disebutkan, dan manfaatnya kembali kepada diri kita sendiri
  • Barangsiapa beriman kepada Allāh, Allāh akan memberikan hidayah kepada hatinya (`وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ`) — apa pun yang akan dihadapi akan mudah dilalui, dengan syarat beriman kepada Allāh dengan sebenar-benarnya iman
  • Segala sesuatu berasal dari Allāh (`وَأَيْقَنَّا أَنَّ كُلًّا مِنْ عِنْدِهِ`) — nikmat dari Allāh (QS An-Nahl:53) dan musibah pun tidak terjadi kecuali dengan izin Allāh (QS At-Taghabun:11); untuk apa menyombongkan diri ketika mendapat nikmat dan bersedih ketika ditimpa musibah, karena pasti ada hikmahnya
  • Redaksi `آمَنَّا` dan `أَيْقَنَّا` memberi isyarat bahwa iman diucapkan dengan lisan dan diyakini dalam hati — bukan membatasi iman pada lisan semata, melainkan menuntut kesesuaian antara apa yang diucapkan dan apa yang ada di dalam hati, serta dibuktikan dengan perbuatan

Dalil

Al-Qur'an

وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ
QS At-Taghabun:11 — Barangsiapa beriman kepada Allāh, niscaya Allāh memberikan hidayah kepada hatinya
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ
QS At-Taghabun:11 — Tidaklah menimpa suatu musibah kecuali dengan izin Allāh
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
QS An-Nahl:53 — Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka (semuanya) dari Allāh
إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ
QS Al-Baqarah:117 — Apabila Allāh menetapkan suatu urusan, maka Dia hanya berkata kepadanya 'Jadilah!', maka jadilah ia

Perkataan Ulama

آمَنَّا بِذَلِكَ كُلِّهِ، وَأَيْقَنَّا أَنَّ كُلًّا مِنْ عِنْدِهِ
— Imam Ath-Thahawi, *Aqidah Ath-Thahawiyah*. Kami beriman dengan semuanya itu (bahwa masyī'atullāh terlaksana) dan kami yakin bahwa segala sesuatu berasal dari Allāh — beriman dengan lisan sekaligus meyakini dalam hati, supaya sama antara yang diucapkan dan apa yang ada di dalam hati.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Beliau mengatakan rahimahullāh

آمَنَّا بِذَلِكَ كُلِّهِ، وَأَيْقَنَّا أَنَّ كُلًّا مِنْ عِنْدِهِ

Kami beriman dengan itu semuanya,

Yaitu beriman bahwasnya Masyiatullāh itu adalah terlaksana dan tidak ada yang bisa membantah dan juga melawan apa yang sudah Allāh putuskan, kita beriman dengan semuanya itu, kalau kita yakin beriman dengan semuanya itu maka ini manfaatnya kembali kepada diri kita, Allāh akan menurunkan ketenangan keyakinan

…وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ…۝.

[QS at Taghabun 11]

Barangsiapa yang beriman kepada Allāh, maka Allāh subhanahu wa ta'ala akan memberikan hidayah kepada hatinya.

Apapun yang akan dihadapi kalau dia beriman kepada Allāh maka itu semuanya akan mudah dia lalui, dengan syarat dia beriman kepada Allāh dengan sebenar-benar Iman, Allah akan mudahkan, Allah akan menjaganya.

آمَنَّا بِذَلِكَ كُلِّهِ

Kami beriman dengan itu semuanya.

Karena itu semua berdasarkan dali

لَا مُعَقِّبَ لِحُكْمِهِ

وَاللَّهُ غَالِبٌ عَلَى أَمْرِهِ

۞ إذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُن فَيَكُونُ

[QS Al Baqarah 117]

Berdasarkan dalil, maka kita beriman dengan itu semuanya

وَأَيْقَنَّا أَنَّ كُلًّا مِنْ عِنْدِهِ

Dan kita yakin bahwasanya segala sesuatu adalah berasal dari Allāh.

Nikmat dari Allāh,

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ …۝

[QS An Nahl 53]

Allāh yang mentakdirkan sehingga untuk apa seseorang menyombongkan diri.

Dan musibah juga dari Allāh subhanahu wa ta'ala

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ ..۝.

[QS At Thaghobun 11]

Tidaklah menimpa musibah kecuali dengan izin Allāh.

Untuk apa seseorang bersedih mengetahui bahwa saya apa yang Allāh kehendaki pasti di sana ada hikmahnya,

آمَنَّا بِذَلِكَ كُلِّهِ، وَأَيْقَنَّا أَنَّ كُلًّا مِنْ عِنْدِهِ

Ada yang mengatakan di sini adalah isyarat bahwasanya seseorang mengucapkan dengan lisannya dan meyakini dengan hatinya,

آمَنَّا بِذَلِكَ كُلِّهِ،

Dengan lisan kita katakan, kita beriman dengan takdir Allāh dan hati kita juga meyakinnya demikian, karena keyakinan ini letaknya didalam hati jadi dengan hati dan juga dengan lisan kita beriman dan juga dengan perbuatan, jadi maksud beliau disini bukan berarti membatasi bahwasanya Iman hanya lisan dan juga keyakinan saja, tapi menunjukkan bahwasanya beriman ini bukan hanya dengan lisan tapi harus di yakini di dalam hati seseorang supaya sama antara Apa yang diucapkan oleh seseorang dengan apa yang ada di dalam hati seseorang.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Transkrip: Abu Mandala

•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•

38 / 50