ب
Belajar
Halaqah 34 dari 50

Kehendak Allāh Pasti Terjadi (Bagian 2)

6 menit baca·Sumber: ilmiyyah.com

Poin Penting

  • Kalimat `وَمَا شَاءَ اللَّهُ كَانَ وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ` (apa yang Allāh kehendaki pasti terjadi, apa yang tidak dikehendaki tidak akan terjadi) adalah keyakinan wajib yang harus dipegang setiap muslim — tidak ada satu pun kejadian yang luput dari kehendak Allāh
  • Terjadinya sesuatu dan tidak terjadinya sesuatu keduanya dengan kehendak Allāh — sampai sedetail-detailnya, seperti terbang dan menempelnya debu di satu tempat
  • Masyī'ah di sini adalah irādatun kauniyyah (kehendak yang pasti terlaksana), bukan irādah syar'iyyah
  • Ahlus Sunnah mengimani kehendak Allāh yang menyeluruh (masyī'ah syāmilah), berbeda dengan Mu'tazilah yang menetapkan kehendak hamba terlepas dari kehendak Allāh

Dalil

Al-Qur'an

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
QS Yasin:82 — Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya 'Jadilah!' maka jadilah ia

Perkataan Ulama

مَا شِئْتَ كَانَ، وإنْ لم أشَأْ — وَمَا شِئْتُ إن لَمْ تَشأْ لَمْ يكنْ
— Imam Asy-Syafi'i. Apa yang Engkau kehendaki, wahai Allāh, pasti terjadi meski aku tidak menghendakinya; dan apa yang aku kehendaki tidak akan terjadi jika Engkau tidak menghendakinya. Ini keimanan kepada Masyī'atullāh yang merupakan bagian dari iman kepada takdir.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن وله

Beliau mengatakan rahimahullāh

فَمَا شَاءَ لَهُمْ كَانَ،

Maka apa yang Allah kehendaki untuk mereka pasti terjadi.

۞ إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ.

[QS Yasin 82]
Dan Masyiah disini adalah iradah kauniyah bukan iradah Syar’iyyah.

Kalau iradah kauniyah pasti terjadi kalau Allāh berkehendak pasti terjadi.

وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ

apa yang Allah tidak kehendaki maka tidak akan terjadi.

Tidak mungkin sesuatu yang tidak Allāh kehendaki terjadi kemudian dia terjadi.

Tidak terjadinya dia itu adalah dengan kehendak Allāh Jadi sesuatu terjadi dengan kehendak Allāh dan sesuatu tidak terjadi juga dengan kehendak Allāh , dengan sedetail-detail sampai terbangnya debu dan menempelnya dia di tempat tertentu terbangnya dia kembali maka itu adalah dengan kehendak Allāh, semuanya dengan kehendak Allāh sedetail-detailnya

وَمَا لَمْ يَشَأْ لَمْ يَكُنْ

Dan apa yang Allāh tidak kehendaki pasti tidak akan terjadi.

Al Imam Asy Syafi’i pernah mengatakan،

مَا شِئْتَ كَانَ، وإنْ لم أشَأْ

وَمَا شِئْتُ إن لَمْ تَشأْ لَمْ يكنْ

Apa yang engkau kehendaki Ya Allah pasti terjadi

وإنْ لم أشَأْ

meskipun aku tidak menghendakinya.

Ini adalah pengakuan dari seorang hamba tentang lemahnya dia apa yang kau kehendaki Allāh terjadi, musibah nikmat, kekayaan, kefakiran Apa yang kau kehendaki Ya Allāh terjadi

وإنْ لم أشَأْ

Meskipun aku tidak menghendaki.

keinginanku ya tetap kerja dan dapat pekerjaan seperti ini tapi Engkau menghendaki aku dikeluarkan dari pekerjaan ini ya terjadi meskipun aku tidak menghendaki

وَمَا شِئْتُ إن لَمْ تَشأْ لَمْ يكنْ

Dan apa yang aku kehendak ya Allah Kalau engkau tidak menghendakinya tidak akan terjadi.

Ini adalah keimanan dengan Masyiatullāh yang juga merupakan bagian dari keimanan kita terhadap takdir Allāh.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini semoga bermanfaat dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Transkrip: Abu Mandala

•┈┈┈┈┈┈•❁❁•┈┈┈┈┈┈•

34 / 50